Jumat, 04 Maret 2016

Peluang Bisnis Salak Pondoh

PELUANG BISNIS SALAK PONDOH








Herman Susanto
15.01.3560


FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMATIKA
STMIK AMIKOM
2016




TUJUAN
Karya tulis ini di buat dengan tujuan unutuk memberi petunjuk bagi para pembaca dalam mengetahui olahan salak pondoh, saat ini salak pondoh tidak hanya dijual dalam bentuk buah saja, namun telah dilakukan modifikasi-modifikasi tentang salak pondoh tersebut, sehingga dapat menambah minat para pembeli.
Jika makanan yang berbahan baku salak podoh ini dimanfaatkan secara maksimum maka akan menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Peluang usaha salak pondoh ini dapat diawali dengan modal yang sedikit dan dapat memperoleh hasil yang besar. Dengan adanya karya ilmiah ini semoga bermanfaat bagi pembaca yang berminat mengelola salak pondoh sebagai peluang usaha yang menguntungkan.


ISI
Salak adalah salah satu buah tropis yang paling digemari di Ind onesia. Daging buahnya yang putih kekuningan ditutupi sisik kasar berwarna kecoklatan. Salak pondoh adalah jenis salak yang paling manis. Daging buahnya keras namun renyah. Rasanya khas dan membuat ketagihan. Dengan mengunjungi perkebunan salak pondoh di T uri, kabupaten Sleman. Anda dan orang - orang yang Anda cintai dapat sekaligus mendekatkan diri pada alam juga berburu buah yang enak ini. Dan di bawah ini ada salah satu olahan yang berasal dari salak pondoh.
Ø  MANISAN PEDAS SALAK PONDOH
·         BAHAN
1.      20 buah salak pondoh, potong kasar
2.      1 sdm garam
3.      1,5 gr natrium benzoate
4.      1 1/2 sdm kapur sirih
5.      3,5 ltr air
6.      10 buah cabe merah, digerus kasar
7.      5 sdm gula pasir
8.      2 sdm cuka, campur dengan 8 sdm air

·         CARA MEMBUAT :
1.   Bersihkan salak dan buang kulit tipisnya, lalu rebus selama beberapa menit. Rendam salak dengan 2 ltr air, natrium benzoat, kapur sirih dan garam. Rendam semalam.
2.      Angkat salak dari air rendaman, lalu cuci sampai bersih.
3.    Campur salak dengan sisa air, cabe yang telah digerus dengan gula dan cuka. Simpan dalam toples, biarkan bumbu meresap.
4.      Siap untuk dinikmati.

Ø  KEGUNAAN KULIT BUAH SALAK
            Kulit buah salak ternyata sangat berkhasiat mengobati dan menurunkan penyakit diabetes kering, menstabilkan tekanan darah ( tinggi maupun rendah ).
            Caranya :
1.      Ambillah kulit buah salak secukupnya ( janga n pakai buah ).
2.      Bilas dengan air sampai bersih.
3.      Kemudian masukkan ke dalam kuali ( jangan kuali aluminium, atau besi ).
4.      Tuangkan dengan ait secukupnya.
5.      Rebus menggunakan api kecil sekali, sampai mendidih airnya.
6.      Saring dan minum airnya.
7.      Kulit salak yang sudah direbus tidak bisa dipergunakan kembali.

Sehari minum 1 liter air rebusan kulit salak. Lakukan sampai 2 minggu tanpa putus, dan kita bisa buktikan diabetes kering yang seringkali melonjak naik akan menjadi normal, dan tekanan darah akan stabil.Khasiat Buah Salak.

REFERENSI


Rabu, 02 Maret 2016

BUDIDAYA IKAN LELE DI KOLAM TERPAL

BUDIDAYA IKAN LELE DI KOLAM TERPAL


Bagi anda yang ingin ingin memulai melirik dunia bisnis, budidaya ikan lele merupakan salah satu pilihan yang cukup menjanjikan. Mengingat pertumbuhan pasar permintaan ikan lele terus meningkat dari tahun-ketahun. Apalagi saat ini ikan lele juga sangat cocok untuk di budidayakan di kolam terpal. Bahkan sudah banyak yang sukses menjalankan peternakan lele di kolam dari terpal ini.



Budidaya umumnya di lakukan di kolam kolam galian konvesional. Namun kendala yang sering dihadapi adalah ketika kolam ikan dilanda banjir. Nah dengan pembuatan kolam dari terpal ini kemungkinan tersebut bisa dihindari. Karena kolam terpal ini bisa dibuat dengan posisi berada di atas tanah dengan dinding dari kayu kemudian dilapis terpal.
Pertimbangan Teknis Kolam terpal

Kolam terpal ini bisa di jalankan di medan yang tidak memungkinkan untuk membudidayakan ikan. Misalnya tanah dengan medan propos, tanah pasir, ruang sempit, dan lain-lain.
Keunggulan:
§  Praktis dan mudah
§  Investasi kecil
§  Tidak mudah terkena banjir
§  Kontaminasi dengan tanah yang tidak diketahui kualitasnya dapat dihindari
§  Kontrol terhadap kualitas dan kuantitas air lebih mudah
§  Mudah melakukan pengeringan dan pembersihan
§  Mudah melakukan panen
§  Bisa dipindahkan

Jenis budidaya:

  A.   Budidaya Lele untuk Pembibitan

Bagi anda yang ingin menjalankan bisnis budidaya lele di segmen pembibitan harus memahami bahwa bisnis ini cukup menjanjikan. Kenapa demikian? karena setelah telur menetas, bibit lele langsung bisa dijual ke para peternak lele.
Sementara secara teknis bibit lele bisa memiliki ukuran 2-3 cm setelah usia penetasan sudah sekitar sebulan. Biasanya pengembangan bibit lele dilakukan pada medan kolam yang berlumpur. Biasanya di sawah dengan ukuran yang luas. Namun hal ini bisa juga di lakukan namun sebaiknya dilakukan di kolam yang berukuran besar agar bibit cepat besar. Apabila kolam terpal berukuran kecil, maka sebaiknya bibit yang dimasukan dalam jumlah kecil saja. Sebagai penunjang pertumbuhan bibit bisa di suplay dengan makanan berupa pelet setiap harinya.
Waktu yang dibutuhkan agar bibit tumbuh dengan ukuran 5-7 cm sekitar 2 bulan. Bibit yang telah menjapai ukuran ini memiliki harga jual yang lebih baik dan bisa di pasarkan ke peternak lele.
  B.   Budidaya Lele untuk Konsumsi
Bagi anda yang membudidayakan ikan lele dengan tujuan untuk di jual sebagai lele konsumsi maka sebaiknya membeli bibit berukuran 5-7 cm lebih baik lagi bibit jenis lele Dumbo. Kenapa demikian? dalam hal ini pertimbanganya adalah ukuran bibit yang sebesar itu akan akan lebih cepat tumbuh. Sehingga panen bisa berlangsung lebih cepat dalam kurun 3-4 bulan sudah bisa dipanen. Agar hasil lebih baik dan optimal, maka sebaiknya di suplay dengan memberikan makanan seoptimal mungkin. Budidaya lele untuk konsumsi lebih lebih aman dibanding pembibitan. Karena ikan dengan usia besar lebih tahan terhadap penyakit yang menyebabkan kematian.
Persiapan Pembuatan Kolam Terpal

Dalam pembuatan kolam terpal ini yang harus di perhatikan adalah jumlah populasi dan luas kolam. Untuk populasi 100 ekor lele maka luas kolam terpal yang dibutuhkan adalah (P 2m x L 1m x T 0,6m) P=panjang l=lebar T=tinggi. Nah jika ingin mengembangkan dalam jumlah banyak tinggal di kalikan saja dengan lebar tersebut. Contoh (P 4m x L 2m x T 0,6) bisa menampung 200 ekor lele dan seterusnya, yang perlu di perhatikan adalah panjang dan lebar kolam.

Bahan:
§  Terpal
§  Kayu/ batako/ papan/ tanah
§  Alat lain penunjang pembuatan kerangka
Kolam bisa dibuat dengan kayu sebagai kerangka, batako, ataupun tanah. Untuk kolam dengan tanah bisa dengan menggali lobang di tanah kemudian dilapisi terpal. Sedangkan untuk kolam dengan kerangka kayu/ papan/ batako bisa di buat di atas permukaan tanah. Sebaiknya kolam diberikan pelindung peneduh di salah satu bagian kolam. Karena lele merupakan ikan yang suka bersembunyi.
Pemeliharaan dan Perawatan

Sebelum bibit dimasukan ke kolam yang sudah jadi sebaiknya kolam di isi dengan air terlebih dahulu kemudian membuat air agar kaya akan plankton (sejenis biota air yang bisa menjadi makanan bibit). Caranya dengan memberikan pupuk kompos dari kotoran sapi kedalam air secukupnya kemudian biarkan selama tiga hari sehingga plankton bisa hidup dan berkembang.
Agar cepat berkembang sebaiknya lele juga di suplay dengan makanan berupa palet. Pemberian palet bisa dilakukan sebanyak 2 kali sehari. Namun akan lebih baik diberikan lebih dari 2 kali dengan porsi yang lebih sedikit tentunya. Selain palet bisa juga di suplai dengan makanan alami seperti bekicot, kerang, keoang emas, rayap dan lain-lain jika memang ada di sekitar kita. Makanan alami ini selain menghemat pengeluaran juga sangat bermanfaat menunjang kebutuhan gizi lele.
Pergantian air kolam juga diperlukan, meskipun lele termasuk jenis ikan yang tahan terhadap kondisi berbagai jenis air. Akan tetapi dengan kondisi air yang tidak di ganti dalam jangka waktu lama akan membuat kualitas air menjadi buruk dan bau. Tentunya akan berdampak pada munculnya bebagai penyakit yang bisa menyerang lele. Pergantian air sebaiknya dilakukan dengan membuang 10-30% air di kolam dan menambahkan jumlah yang sama, setiap seminggu sekali atau 2 minggu sekali, artinya bukan mengganti semua air.
Ketika usia lele sudah mencapai 1 bulan di kolam maka seleksi dan pemisahan harus dilakukan. Hal ini mengingat pertumbuhan lele tidak sama antara satu dan yang lainya. Dengan memisahkan lele yang terlam bat tumbuh bertujuan agar mereka tidak kalah bersaing mendapat makanan dengan lele yang telah tumbuh lebih besar. Demikian tips budidaya ikan lele di kolam terpal agar bisa berhasil dan sukses, semoga bermanfaat.

TIPS SUKSES BERTERNAK AYAM POTONG

TIPS SUKSES BERTERNAK AYAM POTONG


Ayam potong adalah salah satu peluang usaha yang akan kita bahas pada kesempatan ini. Usaha ternak ayam potong atau yang biasa dikenal dengan ayam broiler adalah salah satu usaha yang sudah sejak lama dikenal, namun kebutuhan akan ayam potong ini semakin hari juga semakin meningkat. Meningkatnya kebutuhan protein dari ayam potong ini tidak diimbangi dengan bertambahnya jumlah peternak ayam potong. Sehingga dihari-hari tertentu seperti lebaran misalnya harga ayam potong perkilonya mampu menembus harga Rp. 40.000,-/kg padahal biaya produksinya hanya berkisar antara Rp. 10.000,- hingga Rp. 15.000,- perkilogramnya.

Dari selisih harga ini seharusnya menjadi daya tarik untuk anda kenapa harus menggeluti secara serius usaha peternakan ayam potong ini. Namun sebelum anda mulai berternak ayam potong anda harus tahu dengan detail seluk beluk seputar ayam potong ini. Alasannya karena ternak ayam potong punya resiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan ayam petelur. Untuk itu pengetahuan dan penanganan yang benar harus sudah anda kuasai sebelum mulai terjun kedunia usaha ini.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa anda coba dalam berternak ayam potong yang benar :
  • Membuat kandang yang ideal bisa menyeuaikan pencahayaan matahari masuk dan kebutuhan angin ayam potong. Serta juga harus juga dijaga suhu runagan ayam agar selalu tetap hangat, suhu berperan penting agar ayam potong dapat bertahan hidup.
  • Perhatikan juga kemudahan sumberdaya listrik dan sumber airnya.
  • Jika kandang sudah jadi dan siap untuk digunakan maka pasang peralatan untuk menyambut DOC ayam potong, yang utama seperti penghangat, sekat dan litter. Siapkan juga peralatan makan dan minumnya.
  • Dalam waktu 14 hari pertama anda harus memberikan perhatian ekstra intensif pada ayam-ayam tersebut, karena masa ini sangat penting untuk kesuksesan usaha anda. Perhatikan juga suhu ruangan dalam waktu 14 hari pertama ini, jika anak ayam banyak yang bergerombol itu berarti suhu ruangan kurang hangat, tapi jika sudah mulai menyebar berarti suhunya pas namun juga jangan sampai terlalu panas.
  • Lakukan vaksinasi pada ayam potong tersebut tepat pada hari ke-7, ke-14 dan ke-21.
  • Setelah melewati masa 14 hari pertama maka selanjutnya akan lebih mudah karena kita hanya perlu mengontrolnya sehari 2 kali saja untuk melihat kebutuhan pakannya saja, hal ini terus dilakukan hingga masa panen tiba.
§  Pemberian antibiotik dan vitamin pada minuman ayam diberikan mulai hari ke-5 hingga hari ke-10 sebelum masa panen. Khusus vitamin dapat diberi hingga masa panen.

Analisa Perhitungan Modal Awal Menjalankan Usaha Ternak Ayam Broiler
MODAL TETAP 
5 Buah kandang ayam ukuran 3 x 3 m
10 buah tempat minum ayam
10 buah tempat makan ayam
4 buah lampu penerang
Total Biaya Tetap

MODAL TIDAK TETAP
200 ekor anak ayam
5 karung kosentrat (BR)
Obat-obatan
Biaya Listrik
Total Biaya Tidak Tetap

TOTAL MODAL

Rp.     300.000,-
Rp.       60.000,-
Rp.       40.000,-
Rp.       20.000,-



Rp.     100.000,-
Rp.     625.000,-
Rp.     100.000,-
Rp.       25.000,-







Rp.       420.000,-






Rp.      850.000,-

Rp.   1.270.000,-

Demikianlah sedikit tips sukses berternak ayam potong . Semoga dari apa yang kami ulas ini dapat menambah sedikit pengetahuan anda sebelum mulai berternak ayam potong / ayam broiler ini.